Rabu, 01 Juni 2011

TEORI BELAJAR MENURUT O. DONALD

Teori belajar menurut Donald O. Hebb (22 Juli 1904 – 20 Agustus 1985)
1)Konsep/Prinsip/Asumsi Dasar
Hebb membangun teori yang disebutnya cell assembly dan phase sequence (hubungan dan gabungan antarsel). Hubungan satu sel syaraf otak dengan sel syaraf otak lainnya melalui impuls yang dikirim membuat bagian syaraf terstimulasi lebih aktif. Stimulus-respon dalam teori asosiasi dan fungsi stimulus-respon dalam teori fungsionalis merupakan sistem kognitif yang melibatkan otak dan syaraf dalam kesatuan kinerja. Lokalisasi otak (enriched environment) menempatkan individu dalam lingkungan yang menstabilkannya untuk memperoleh banyak pengetahuan baru.
2) Tipe belajar
Tipe belajar Hebb berdasar pada teori R. Y. Cajal tentang kondisioning yang terjadi karena adanya aliran dalam sistem syaraf. Hebb memformulasikan hipotesis mekanisme biologis yang disebut teori belajar Hebbian.
3) Mekanisme belajar
Teori belajar Hebbian dibagi dalam dua bagian berikut:
a. Dua sel yang berhubungan secara simultan koneksinya menjadi lebih kuat. Jika seseorang diberi stimulus terus-menerus, maka dia akan menguasainya karena sistem otaknya terbiasa menerima stimulus tersebut.
b. Belajar diartikan Hebb sebagai penambahan tegangan formasi dalam sel syaraf otak. Terdapat dalam long term memory pada tingkat biomolekular. Sedangkan short term memory merupakan aktivitas yang tetap dan dapat dipertahankan melalui impuls mendadak antarsel meskipun stimulus awalnya hilang. Semua ini terbentuk oleh mekanisme sinapsis.
Dalam Olson & Heiggenhanhn (2009) teori utama dari Hebb adalah pertemuan antarsel dan tahap rangkaian. Sebuah pertemuan sel adalah paket neural yang berasosiasi dengan objek lingkungan. Jika paket neural distimulasi dalam ketidakhadiran objek yang berasosiasi, sebuah ide dari objek tersebut dicobakan. Tahap rangkaian adalah sebuah seri dari sel yang saling berhubungan. Jika beberapa kejadian khusus terjadi bersama-sama dalam sebuah lingkungan, mereka akan terwakili pada tingkat neural sebagai sebuah tahap rangkaian.
Menurut Hebb ada 2 macam pembelajaran yaitu :
- Pembangunan lambat pertemuan antar sel dan tahap rangkaian pada permulaan awal kehidupan.
- Pembelajaran yang lebih berwawasan pada masa dewasa.
Belajar berasosiasi adalah dengan cara memperkuat koneksi. Koneksi tersebut dalam ilmu syaraf merupakan respon reaksi dalam otak. Dengan adanya hubungan antara stimulus dengan respon, maka mekanisme belajar terjadi. Di dalam otak terdapat biological plausability sebagai sistem neural net modelling/ sistem jaring laba-laba pada otak.
4) Aplikasi dalam kehidupan nyata
Selama proses pembelajaran awal, sebuah lingkungan yang kaya akan stimulus akan menjadi sangat penting untuk seorang anak, termasuk bermacam-macam objek penglihatan, suara tekstur, bentuk, objek, dan yang lainnya. Semakin kompleks lingkungan, akan semakin banyak terwakili dalam tingkat neurologis. Semakin banyak terwakili dalam neurologis, semakin banyak anak tersebut berpikir. Hebb menyarankan agar anak-anak diberi lingkungan dengan bermacam-macam stimulus atau varietas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar